Tanaman aman, Tanah subur, Tidak menimbulkan reisdu kimia dengan Eco Plant Protector!

Proteksi Tidak Hanya Untuk Manusia, Tanaman Anda Perlu Eco Plant Protector!

Banyak petani yang melewatkan proteksi penting dalam bertani. Alih-alih fokus pada penjagaan tanaman, banyak petani yang bergerak menggunakan perstisida sebagai proteksi tanaman dari hama dan penyakit.

Padahal, sudah jadi rahasia umum bahwa, pestisida tidak hanya berbahaya untuk tanah di bawahnya, tapi juga manusia. Alodokter.com menyebut bahwa manusia yang terpapar pestisida berptensi mengalami gangguan reproduksi hingga penyakit kanker.

Inilah alasan mengapa pestisida yang tidak ramah lingkungan seharusnya mulai tidak digunakan petani. Selain merusak konsumen, pestisida jenis ini juga merusak lahan petani dan biota di sekitarnya

eco plan protector

Pestisida Buruk Bagi Manusia & Alam

Fakta buruknya efek samping pestisida masih dianggap remeh oleh masyarakat saat ini. Taukah Anad, Jepang adalah salah satu negara yang secara massif tidak menggunakan pestisida bahan kimia di pertanian mereka. Ini adalah kunci sukses petani di negeri sakura tersebut yang bahkan bukan negara yang dilewati khatulistiwa.

Indonesia yang dari Sabang hingga Merauke harusnya mampu lebih baik dalam mengejar potensi agraris. Karena penggunaan pestisida yang masih tinggi di Indonesia, Anda harus tahu ada berbagai dampak negatif yang ditimbulkan pestisida untuk tubuh, diantaranya

Merusak sistem saraf

Menganggu reproduksi

Kanker & penyakit degeneratif lainnya

Cacat kelahiran

Kerusakan Endokrin

Lalu bagaimana dengan alam?

 Alam dan ekosistem di sekitarnya dapat mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat ditanami apapun lagi. Menurut Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian, dampak buruk bagi alam adalah sebagai berikut

Musnahnya organisme penyubur tanah

Kesuburan tanah merosot/tandus

Kandungan residu yang mengurangi kesuburan tanah (endapan pestisida)

Rusaknya keseimbangan agroekosistem

Ledakan serangan hama yang resisten dengan pestisida

Betul, jika Anda masih menyangkal kerusakan alam tersebut, masih ada hama resisten. Hama resisten (tahan lama) adalah hama yang berevolusi karena terlalu sering terpapar pestisida. Sama halnya dengan adaptasi, hama ini akan terus resisten jika pestisida kimia tidak ramah lingkungan terus dilakukan

Eco Plant Protector Memahami Musuh Petani yang Sebenarnya

eco plant protector

Sebelum Anda memutuskan penggunaan pestisida dan membusungkan arah pedang, ada baiknya mengenal siapa musuh Anda yang sebenarnya.

Sebagai petani yang cerdas, ada beberapa hal yang harus diketahui. Apa saja hama pertanian Anda, faktor apa saja yang meningkatkan produktivitas, penyakit tanaman dan cara membasminya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas pertanian. Faktor-faktor itu adalah bibit yang unggul, bahan organik di lahan ideal (C Organik), sinar matahari, mikroba, pH tanah, kadar garam, irigasi, kelembapan udara, NPK berimbang, ZPT, dan zat hara, jarak tanam yang ideal, pengendalian hama & gulma, serta panen dan pasca panen.

Jika poin-poin di atas sudah petani kuasai, saatnya petani mengetahui hama apa yang rentan menyerang pertanian. Hama dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya mamalia (kera, tikus, dll), serangga (ulat, wereng, belalang, dll), predator burung (pipit, bangau, dll), molusca (keong mas, dll).

Tanaman yang terserang hama memiliki beberapa ciri khas. Hilangnya daun dan tunas, ukuran daun yang mengecil, terdapat bagian daun yang hilang, terdapat bekas gigitan pada daun, dan daun hanya menyisakan tulangnya saja.

Setelah petani memastikan hama apa saja yang harus dibasmi dari ekosistem pertaniannya, petani juga perlu mengetahui penyakit tanaman. Terdapat penyakit tanaman yang berasal dari mikroorganisme mikroskopies berupa virus, bakteri, dan jamur (fungi), protozoa (hewan sel satu), dan cacing nematoda.

Penyakit tanaman tidak hanya menyerang dedaunan, buah atau produksi panen petani, tapi hampir seluruh bagian dari tanaman itu sendiri. Daun, buah, batang, dan akar dapat terserang penyakit dan jika fatal akan menyebabka kerusakan besar-besaran terhadap tanaman.

Tanaman yang terserang penyakit pada umumnya terlihat layu, warna daun berubah, jaringan tanaman mati, batang dan buah busuk di pohon, pertumbuhan terhambat.

Memanfaatkan Agen Hayati Eco Plant Protector sebagai Pengendali Hama Alami

Keputusan Mentri Pertanian No: 411/kts/T.120/6/1995 Tentang memasukan Agen Hayati ke Wilayah Negara Republik Indonesia akhirnya mengeluarkan beberapa pemahaman. Agen hayati sebagai predator hama alami disarankan untuk terus dijaga agar adanya keseimbangan antara alam dan manusia serta kesehatan lahan pertanian itu sendiri.

Perlu dicatat bahwa agen hayati dibagi menjadi 4 kelompok. Jenis tersebut adalah agen Antagonis, Entomopatogen, PGPR (Plant Growth Promoting Rizhobacteria), Predator & Parasitoid.

Agen antagonis adalah mikro organisme yang mengendalikan pertumbuhan patogen dengan meluka blocking. Ini memungkinkan gagalnya pertumbuhan patogen itu sendiri.

Agen entomopatogen juga bagian dari mikro organismen. Bedanya, agen ini menghambat penyebaran hama dan penyakit.

Agen PGPR (Plant Growth Promoting Rizhobacteria) dikategorikan sebagai bakteri yang menekan penyebaran hama dan penyakit melaui persaingan dalam menyerap makanan.

Sedangka Predator & Parasitoid mampu mengendalikan hama secara langsung. Ini sebabkan oleh predator & parasitoid berada di rantai atas kehidupan hama tersebut, sehingga adanya simbiosis mutualisme antara petani dan predator. Mereka dapat makanan yang disukai, petani bersih dari hama.

Eco Plant Protector, Pelindung Tanaman Ramah Lingkungan

Keputusan Mentri Pertanian No: 411/kts/T.120/6/1995 Tentang memasukan Agen Hayati ke Wilayah Negara Republik Indonesia akhirnya mengeluarkan beberapa pemahaman. Agen hayati sebagai predator hama alami disarankan untuk terus dijaga agar adanya keseimbangan antara alam dan manusia serta kesehatan lahan pertanian itu sendiri.

Perlu dicatat bahwa agen hayati dibagi menjadi 4 kelompok. Jenis tersebut adalah agen Antagonis, Entomopatogen, PGPR (Plant Growth Promoting Rizhobacteria), Predator & Parasitoid.

Agen antagonis adalah mikro organisme yang mengendalikan pertumbuhan patogen dengan meluka blocking. Ini memungkinkan gagalnya pertumbuhan patogen itu sendiri.

Agen entomopatogen juga bagian dari mikro organismen. Bedanya, agen ini menghambat penyebaran hama dan penyakit.

Agen PGPR (Plant Growth Promoting Rizhobacteria) dikategorikan sebagai bakteri yang menekan penyebaran hama dan penyakit melaui persaingan dalam menyerap makanan.

Sedangka Predator & Parasitoid mampu mengendalikan hama secara langsung. Ini sebabkan oleh predator & parasitoid berada di rantai atas kehidupan hama tersebut, sehingga adanya simbiosis mutualisme antara petani dan predator. Mereka dapat makanan yang disukai, petani bersih dari hama.

eco plant protector

Cara Melarutkan Agen Hayati Eco Plant Protector

Cara pelarutannya cukup mudah, Anda dapat menyiapkan 1 sachet Eco Plant Protector yang dicampur dengan 100ml air. Kemudian tuangkan larutan tersebut ke dalam tangki dan diamkan 10 menit sebelum diaplikasikan ke tanaman.

Perlu dicatat bahwa 1 sachhet agen hayati yang dicampur 14liter air dapat diaplikasikan untuk lahan seluas 1000m2.

Selanjutnya, tanaman yang yang membutuhkan perlindungan Eco Plant Protector tentu berbeda di tiap jenisnya. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Semua jenis tanaman : 1 sachet di campur 14 Liter air diamkan 10 menit segera aplikasikan ke seluruh bagian tanaman daun, batang dan Akar

Tanaman Palmae (Kelapa,Kurma & Sawit) : 2 sachet di campur 14 liter air diamkan 10 menit segera aplikasikan ke seluruh bagian tanaman

Jenis biji-bijian : Rendam maksimal 6 jam, 14 liter 1 Sachet Jenis Umbi-Umbian : Rendam maksimal 2 jam, 14 liter 1 Sachet *Kecuali bawang tidak di perkenankan untuk di rendam

1 Sachet Agen Hayati di campur 14 Liter air di aplikasikan untuk Luasan lahan 1,000 m2, 5 Hari sebelum tanam

Pagi : Maksimal jam 09.00 Sore : Mulai jam 16.30 *Waktu Sore Efektif di aplikasikan khusus tanaman yang terserang hama

Pencegahan : = Tanaman Pangan, palawija, hortikultura 2-3 pekan sekali = Tanaman keras 3-4 pekan sekali Pengobatan : 1 pekan sekali untuk semua jenis tanaman

Penjelasan panjang di atas bukan ingin memamerkan kehebatan dari Eco Plant Protector. Sebaliknya penjelasan ini diharapkan mampu membantu para petani untuk menyadari pentingnya menjaga lingkungan pertanian. Eco Plant Protector hadir sebagai solusi dari problem tersebut dan mulalah menjadi petani yang pinter menginvestasikan asetnya, sekarang juga.

Tunggu Dulu!!!

Anda Harus Baca Info Ini Dahulu Sebelum Mencoba Produk Eco Plant Protector

Apa Saja Keuntungan Jika Anda Menuggunakan Produk Eco Plant Protector Dan Menjadi Mitra Bisnis Eco Plant Protector?

Cek Peluang Bisnis Eco Plant Protector Sekarang!

"Rugi kalau tidak gabung Bisnis Eco Plant Protector sekarang"

Bisnis adalah momentum , memulai sebelum yang lain tau , menjadi yang terdepan adalah awal dari kesuksesan. Bisnis besar adalah bisnis yang senantiasa berinovasi , Ambil peluang menjadi yang terdepan di kota / kabupaten Anda.

Fasilitas Support Digital Marketing untuk Anda dan Tim untuk membantu mengembangkan bisnis di Era Digital ini…

Scroll to Top